11 June 2009 • Berita
Harga aglaonema memang sangat fantastis. Mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Karena nilai ekonomis yang tinggi sehingga masyarakat beramai-ramai memeliharanya dari ibu rumah tangga sampai para eksekutif. Sayang tidak semua mengerti tentang cara perawatan, perbanyakan dan mengoptimalkan warna daun aglaonema yang baik. Bukannya untung malah jadi buntung karena aglaonema.
Karena fenomena seperti itu, agar untung tidak sekadar harapan ataupun impian, maka pemilik aglaonema harus mengetahui cara perawatan yang baik dan perbanyakan yang cepat. Itulah kunci sukses membuat aglaonema tumbuh baik dan sehat. Tanaman yang sehat akan rajin memunculkan daun baru maupun anakan. Dengan semakin banyaknya daun atau anakan keuntunganpun dapat diraih.
Ada berbagai faktor yang mempengaruhi Chinese evergreen itu tumbuh baik. Diantaranya : Media, penempatan dan perawatan. Faktor-faktor tersebut saling terkait. Pengaruh media dan salah penempatan amat besar hidup matinya tanaman tersebut. Namun hal itu dapat dimodifikasi. Adapun unsur penempatan adalah sinar matahari, kelembapan, suhu dan sirkulasi. Setelah hal itu maka dilanjutkan dengan menanam dan memelihara dengan intensif.
Dalam penanaman ada beberapa faktor yang berpengaruh, yaitu bibit yang sehat dan jenis media serta wadah yang digunakan. Setelah tumbuh, perawatan yang intensif mutlak dilakukan agar tanaman tumbuh subur. Perawatan meliputi penyiraman, pemupukan, sanitasi dan pencegahan hama dan penyakit.
A. MENGOPTIMALKAN WARNA DAUN AGLAONEMA
Perawatan yang baik merupakan kunci sukses aglaonema dapat tumbuh baik dan sehat sehingga dapat mengoptimalkan warna daun aglaonema
MEDIA
Media yang baik untuk aglaonema haruslah memenuhi unsur pH ideal dan porositas yang baik. Angka pH penting karena sangat berpengaruh terhadap ketersediaan unsur hara dan kemampuan akar menyerap nutrisi bagi pertumbuhannya. Porositas juga harus diperhatikan agar mencegah genangan air yang berlebihan.
Catatan :
Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Sulfur (S), Kalsium (Ca) tersedia dalam jumlah maksimum pada angka pH >6, sedangkan unsur mikro seperti Boron (B), Mangan (Mn) ketersediaan hanya sedikit jika pH >7. pH rendah jumlah Mangan menjadi berlebihan sehingga dapat merusak akar dan sel-sel aglaonema karena Mangan dalam jumlah besar memicu timbulnya Alumunium dalam jumlah banyak yang dapat menghambat unsur Fosfor sehingga terjadi defisiensi Fosfor dimana akar sudah rusak.
Angka pH juga dapat mempengaruhi serangan pathogen yang berbahaya karena pada pH asam Rhizoctonia berkembang pesat sedangkan pada pH netral/sedikit basa Fusarium yang berkembang dengan baik.
Sebelum membuat ramuan media yang baik, maka kita harus mengetahui kriteria masing-masing bahan-bahan media, antara lain :
Pakis disamping tidak mudah lapuk, drainase dan aerasi bagus, juga dapat menyimpan air dalam jumlah yang cukup, sehingga akar dapat berkembang dengan baik. Cocok untuk daerah curah hujan tinggi. Sebelum digunakan harus direndam dalam larutan fungisida.
Kaliandra mudah lapuk, jika terlalu basah menjadi tempat pertumbuhan cendawan pengganggu. Tidak cocok untuk daerah curah hujan tinggi. Sebelum dipakai dikeringkan dan dijemur dahulu.
Sabut kelapa sering disebut cocopeat. Sabuk kelapa mudah lapuk, mampu menahan air dalam jumlah banyak. Dapat menyimpan air dalam jumlah yang banyak sehingga cocok untuk daerah kering dan bersuhu tinggi. Sebelum dipakai cocopeat harus direndam dalam air beberapa kali supaya menghilangkan kadar tanin karena kadar tanin tinggi dapat menghambat penyerapan unsur hara oleh akar.
Sekam bakar bersifat absorben (mudah menyerap), bisa memfiksasi pupuk, steril karena sudah diproses pembakaran, daya serap air sedikit tetapi aerasi udara sangat baik.
Pasir malang membantu porositas media, sehingga dapat mengatasi terjadi media terlalu basah jika kebanyakan disiram.
Karena media tanam merupakan 60% faktor keberhasilan penanaman, maka media yang baik untuk aglaonema yang disarankan yaitu :
PENEMPATAN
· Lokasi
Dataran < 300m dpl, sinar matahari mencukupi dan suhu hangat sehingga membuat tanaman tumbuh lebih cepat.
Dataran > 400m dpl, sinar matahari agak kurang dan suhu sejuk sehingga membuat tanaman cenderung tumbuh lambat.
· Sinar Matahari
Intensitas cahaya matahari 25-35% (<300m dpl), karena bila sinar matahari terlalu banyak maka daun aglaonema akan berubah menjadi coklat kehitaman (black necrosis) oleh karena itu diatur melalui paranet (shading net).
· Kelembapan
Kelembaban yang baik dikisaran 50-75% sehingga membuat aglaonema lebih aktif menyerap unsur hara yang mempengaruhi dalam fotosintesis karena dirubah menjadi energi.
· Suhu
Suhu optimal untuk pertumbuhan 28-30 C, karena bila terlalu tinggi menyebabkan warna daun menjadi pucat. Apabila suhu berubah secara mendadak akan menyebabkan tanaman terganggu pertumbuhannya.
· Sirkulasi
Disamping hal-hal diatas, yang perlu diperhatikan adalah sirkulasi udara karena dengan sirkulasi udara yang baik menjadikan lingkungan segar sehingga pertumbuhan akan cepat dan sehat.
PENYIRAMAN
Pada dasarnya, aglaonema membutuhkan air dalam jumlah yang cukup tapi tidak suka air berlebihan (tergenang). Frekuensi penyiraman dapat disesuaikan dengan kondisi media tanam. Bila dengan media tanam yang baik, idealnya sehari sekali dengan jumlah yang cukup tetapi bila musim hujan maka frekuensi penyiraman dikurangi.
PEMUPUKAN
Agar supaya aglaonema dapat tumbuh baik dan optimal, meskipun sebenarnya relative mudah tumbuh dan tidak rewel terhadap unsur hara tetapi aglaonema membutuhkan pupuk seimbang pada setiap fase pertumbuhan dan diberikan secara kontiniutas, bukan dalam jumlah yang banyak karena dapat menyebabkan akar terbakar. Pemakaian pupuk pada aglaonema biasanya dipergunakan pupuk majemuk lengkap agar tidak terjadi resiko defisiensi hara (Vitabloom, Color enhancer microelement chelate, Fish emulsion) dan hormon zat pengatur pertumbuhan (Dekamon, B1, Novelgrow, Atonik). Dosis pemakaiannya sesuai yang tertera pada kemasan. (Pemakaian secara kontiniutas dosisnya hanya 50% pemakaiannya dari yang tertera pada kemasan).
SANITASI
Kebersihan lingkungan dijaga, media tanam didangir secara teratur agar kelembaban dan aerasi tetap terjaga, rumput dan gulma dibersihkan agar tidak menjadi penghambat pertumbuhan aglaonema karena berebutan unsur hara serta vektor penyakit. Apabila tanaman sudah besar dan media disesaki akar maka segera dilakukan reppoting.
HAMA & PENYAKIT
Pencegahan lebih baik daripada mengobati oleh karena itu diperlukan pengetahuan tentang hama & penyakit yang baik supaya dapat mendeteksi sedini mungkin. Meskipun aglaonema sudah dirawat dengan baik dan teratur, penyakit dapat timbul dikarenakan salah satu faktor yang yaitu cuaca atau lingkungan. Jika musim hujan tiba penyakit bakteri Erwinia carotavora (busuk batang), sedangkan pada musim panas kutu yang akan datang.
Beberapa hama dan penyakit yang harus diperhatikan sebagai berikut :
Penyebabnya adalah bakteri Erwinia carotavora dimana bagian yang diserang daun dan tangkai batang berlendir dan berbau tidak sedap. Biasanya terjadi dimusim hujan karena kondisi lingkungan lembab dan kurang cahaya. Cara mengatasinya dengan bakterisida Agrept 20 WP=1mil/liter, Akothion=1ml/liter air.
Penyebabnya adalah cendawan Fusarium oxysporium terjadi karena media tanam ber-pH rendah (asam). Gejala serangan ditandai dengan memucat tulang daun kemudian berubah menjadi kehitaman dan membusuk sehingga dapat menghambat pertumbuhan tunas. Cara mengatasinya dengan menyemprotkan fungisida Delsane MX200=1ml/liter, Daconil=1ml/liter.
Kutu putih/whitefly sering ditemukan di batang/daun aglaonema terutama pada bagian bawah daun dan mengisap cairan daun yang menyebabkan daun kisut dan juga menghambat pertumbuhan. Cara mengatasi dengan insektisida kontak/sistemik adalah : Decis 25 EC=1ml/liter, Confidor 200 SL=1 ml/liter.
Serangan ulat akan menyerang batang dan daun. Ciri kehadiran ulat pada daun dimana daun akan rusak dari tepi pinggir sedangkan pada batang akan terlihat tanaman kurang segar/prima. Cara mengatasi dengan Decis 25EC=1ml/liter, Buldok 25 EC=1ml/liter.
B. PERBANYAKAN AGLAONEMA
Dalam perbanyakan disini hanya vegetatif yang kami jelaskan karena dapat menghasilkan tanaman dalam jumlah banyak dengan sifat mirip induknya.
CANGKOK SUSUN
Istilah cangkok disini adalah teknik memperbanyak aglaonema dalam waktu singkat dengan menggunakan pot plastik bibit anggrek / gelas eks air minum dalam kemasan seperti Aqua/2 Tang dll.
Tahapan cangkok sebagai berikut :
POTONG INDUK
Pengertian potong induk adalah memangkas aglaonema dengan tujuan mendapatkan tanaman aglaonema besar berupa setek dan merangsang bonggol untuk memproduksi anakan lebih banyak.
Tahapan potong induk sebagai berikut :
4 Responses
emirgarden
13 July 2009 at 12:27 pm
1Mengenai “Potong Induk” ini saya pernah beberapa kali mencobanya. Setelah dipotong, langsung bekas potongan ditutup/dioles dengan fungisida dan dijaga supaya tidak kena air. Namun demikian, beberapa kali menjadi busuk dan “gagal”. Barangkali ada tips tambahan tentang hal ini. Terima kasih
Handry Chuhairy
16 July 2009 at 11:06 am
2Untuk masalah potong induk pada aglaonema bisa langsung memakai fungisida dan langsung siram. Biasanya kegagalan menjadi busuk karena media tanam dan steril dari pisau. Coba ganti media tanam seperti yang ada pada artikel dan lakukan potong induk setelah 1 bulan….selamat mencoba, sukses menanti keberhasilan anda
herryk
4 August 2009 at 9:28 am
3Untuk potong / cacah batang, pengalaman sy (sekedar share) lebih cepat bertunas, lebih banyak tunas dan ukuran tunas lebih besar jika stek tsb minimal 2 buku/ruas+menyertakan 1-2 lembar daun dan yg penting sudah ada akar.
Handry Chuhairy
18 August 2009 at 1:27 pm
4Terima kasih masukkannya. Untuk potong/cacach batang yang anda maksud seperti apa ? kalau cacah batang yang saya mengerti adalah potong batang aglaonema karena sudah tinggi (batang tengah) dengan membawa daun 1 akan terdapat 2 ruas, jika 2 daun akan terdapat 3 ruas dan dimana tidak akan membawa akar…sebab ada 3 bagian 1 kepala, 1 batang tengah, 1 bonggol. Saya tidak anjurkan untuk para pemula untuk cacah batang karena akan beresiko tinggi, makanya saya hanya memberikan info 1. Cangkok Susun dan 2. Potong Induk.
Leave a reply
Slideshow
Galeri
Han Garden Insight
Archives
Paling Populer
adenium aglaonema anthurium Berita berkicau burung codiaeum variegatum croton global warming jenmanii kontes kristata lidah mertua pachypodium pameran flora pameran flori pekan baru pemanasan global perbanyakan aglaonema persilangan aglaonema puring rotundum sansevieria sumatera sumatera utara tanaman hias tanaman Lainnya Tips trifasciata trubus unik variegata warna daun aglaonemaSekilas Han Garden
Galeri Pilihan
Polling
Random Posts
Recent Comments
Recent Posts
© 2010 Han Garden presented by trismedia.com