Han Garden

Gerai Tanaman Hias Adenium, Aglaonema dan Pachypodium oleh Handry Chuhairy

Han Garden Insight

Kiat Perbanyakan & Mengoptimalkan Warna Daun Aglaonema

Harga aglaonema memang sangat fantastis. Mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Karena nilai ekonomis yang tinggi sehingga masyarakat beramai-ramai memeliharanya dari ibu rumah tangga sampai para eksekutif. Sayang tidak semua mengerti tentang cara perawatan, perbanyakan dan mengoptimalkan warna daun aglaonema yang baik. Bukannya untung malah jadi buntung karena aglaonema.

Karena fenomena seperti itu, agar untung tidak sekadar harapan ataupun impian, maka pemilik aglaonema harus mengetahui cara perawatan yang baik dan perbanyakan yang cepat. Itulah kunci sukses membuat aglaonema tumbuh baik dan sehat. Tanaman yang sehat akan rajin memunculkan daun baru maupun anakan. Dengan semakin banyaknya daun atau anakan keuntunganpun dapat diraih.

Ada berbagai faktor yang mempengaruhi Chinese evergreen itu tumbuh baik. Diantaranya : Media, penempatan dan perawatan. Faktor-faktor tersebut saling terkait. Pengaruh media dan salah penempatan amat besar hidup matinya tanaman tersebut. Namun hal itu dapat dimodifikasi. Adapun unsur penempatan adalah sinar matahari, kelembapan, suhu dan sirkulasi. Setelah hal itu maka dilanjutkan dengan menanam dan memelihara dengan intensif.

Dalam penanaman ada beberapa faktor yang berpengaruh, yaitu bibit yang sehat dan jenis media serta wadah yang digunakan. Setelah tumbuh, perawatan yang intensif mutlak dilakukan agar tanaman tumbuh subur. Perawatan meliputi penyiraman, pemupukan, sanitasi dan pencegahan hama dan penyakit.

A. MENGOPTIMALKAN WARNA DAUN AGLAONEMA

Perawatan yang baik merupakan kunci sukses aglaonema dapat tumbuh baik dan sehat sehingga dapat mengoptimalkan warna daun aglaonema

MEDIA

Media yang baik untuk aglaonema haruslah memenuhi unsur pH ideal dan porositas yang baik. Angka pH penting karena sangat berpengaruh terhadap ketersediaan unsur hara dan kemampuan akar menyerap nutrisi bagi pertumbuhannya. Porositas juga harus diperhatikan agar mencegah genangan air yang berlebihan.

Catatan :

Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Sulfur (S), Kalsium (Ca) tersedia dalam jumlah maksimum pada angka pH >6, sedangkan unsur mikro seperti Boron (B), Mangan (Mn) ketersediaan hanya sedikit jika pH >7. pH rendah jumlah Mangan menjadi berlebihan sehingga dapat merusak akar dan sel-sel aglaonema karena Mangan dalam jumlah besar memicu timbulnya Alumunium dalam jumlah banyak yang dapat menghambat unsur Fosfor sehingga terjadi defisiensi Fosfor dimana akar sudah rusak.

Angka pH juga dapat mempengaruhi serangan pathogen yang berbahaya karena pada pH asam Rhizoctonia berkembang pesat sedangkan pada pH netral/sedikit basa Fusarium yang berkembang dengan baik.

Sebelum membuat ramuan media yang baik, maka kita harus mengetahui kriteria masing-masing bahan-bahan media, antara lain :

  • Pakis

Pakis disamping tidak mudah lapuk, drainase dan aerasi bagus, juga dapat menyimpan air dalam jumlah yang cukup, sehingga akar dapat berkembang dengan baik. Cocok untuk daerah curah hujan tinggi. Sebelum digunakan harus direndam dalam larutan fungisida.

  • Kaliandra

Kaliandra mudah lapuk, jika terlalu basah menjadi tempat pertumbuhan cendawan pengganggu. Tidak cocok untuk daerah curah hujan tinggi. Sebelum dipakai dikeringkan dan dijemur dahulu.

  • Sabut kelapa

Sabut kelapa sering disebut cocopeat. Sabuk kelapa mudah lapuk, mampu menahan air dalam jumlah banyak. Dapat menyimpan air dalam jumlah yang banyak sehingga cocok untuk daerah kering dan bersuhu tinggi. Sebelum dipakai cocopeat harus direndam dalam air beberapa kali supaya menghilangkan kadar tanin karena kadar tanin tinggi dapat menghambat penyerapan unsur hara oleh akar.

  • Sekam bakar

Sekam bakar bersifat absorben (mudah menyerap), bisa memfiksasi pupuk, steril karena sudah diproses pembakaran, daya serap air sedikit tetapi aerasi udara sangat baik.

  • Pasir malang

Pasir malang membantu porositas media, sehingga dapat mengatasi terjadi media terlalu basah jika kebanyakan disiram.

Karena media tanam merupakan 60% faktor keberhasilan penanaman, maka media yang baik untuk aglaonema yang disarankan yaitu :

  • Campuran Sabut kelapa, Sekam bakar, Pasir malang, Dolomit (secukupnya) dengan perbandingan 1 : 3 : 1
  • Campuran Sekam bakar, Pasir malang, Dolomit (secukupnya) dengan perbandingan 3 : 1

PENEMPATAN

· Lokasi

Dataran < 300m dpl, sinar matahari mencukupi dan suhu hangat sehingga membuat tanaman tumbuh lebih cepat.

Dataran > 400m dpl, sinar matahari agak kurang dan suhu sejuk sehingga membuat tanaman cenderung tumbuh lambat.

· Sinar Matahari

Intensitas cahaya matahari 25-35% (<300m dpl), karena bila sinar matahari terlalu banyak maka daun aglaonema akan berubah menjadi coklat kehitaman (black necrosis) oleh karena itu diatur melalui paranet (shading net).

· Kelembapan

Kelembaban yang baik dikisaran 50-75% sehingga membuat aglaonema lebih aktif menyerap unsur hara yang mempengaruhi dalam fotosintesis karena dirubah menjadi energi.

· Suhu

Suhu optimal untuk pertumbuhan 28-30 C, karena bila terlalu tinggi menyebabkan warna daun menjadi pucat. Apabila suhu berubah secara mendadak akan menyebabkan tanaman terganggu pertumbuhannya.

· Sirkulasi

Disamping hal-hal diatas, yang perlu diperhatikan adalah sirkulasi udara karena dengan sirkulasi udara yang baik menjadikan lingkungan segar sehingga pertumbuhan akan cepat dan sehat.

PENYIRAMAN

Pada dasarnya, aglaonema membutuhkan air dalam jumlah yang cukup tapi tidak suka air berlebihan (tergenang). Frekuensi penyiraman dapat disesuaikan dengan kondisi media tanam. Bila dengan media tanam yang baik, idealnya sehari sekali dengan jumlah yang cukup tetapi bila musim hujan maka frekuensi penyiraman dikurangi.

PEMUPUKAN

Agar supaya aglaonema dapat tumbuh baik dan optimal, meskipun sebenarnya relative mudah tumbuh dan tidak rewel terhadap unsur hara tetapi aglaonema membutuhkan pupuk seimbang pada setiap fase pertumbuhan dan diberikan secara kontiniutas, bukan dalam jumlah yang banyak karena dapat menyebabkan akar terbakar. Pemakaian pupuk pada aglaonema biasanya dipergunakan pupuk majemuk lengkap agar tidak terjadi resiko defisiensi hara (Vitabloom, Color enhancer microelement chelate, Fish emulsion) dan hormon zat pengatur pertumbuhan (Dekamon, B1, Novelgrow, Atonik). Dosis pemakaiannya sesuai yang tertera pada kemasan. (Pemakaian secara kontiniutas dosisnya hanya 50% pemakaiannya dari yang tertera pada kemasan).

SANITASI

Kebersihan lingkungan dijaga, media tanam didangir secara teratur agar kelembaban dan aerasi tetap terjaga, rumput dan gulma dibersihkan agar tidak menjadi penghambat pertumbuhan aglaonema karena berebutan unsur hara serta vektor penyakit. Apabila tanaman sudah besar dan media disesaki akar maka segera dilakukan reppoting.

HAMA & PENYAKIT

Pencegahan lebih baik daripada mengobati oleh karena itu diperlukan pengetahuan tentang hama & penyakit yang baik supaya dapat mendeteksi sedini mungkin. Meskipun aglaonema sudah dirawat dengan baik dan teratur, penyakit dapat timbul dikarenakan salah satu faktor yang yaitu cuaca atau lingkungan. Jika musim hujan tiba penyakit bakteri Erwinia carotavora (busuk batang), sedangkan pada musim panas kutu yang akan datang.

Beberapa hama dan penyakit yang harus diperhatikan sebagai berikut :

  • Bacterial stem rot

Penyebabnya adalah bakteri Erwinia carotavora dimana bagian yang diserang daun dan tangkai batang berlendir dan berbau tidak sedap. Biasanya terjadi dimusim hujan karena kondisi lingkungan lembab dan kurang cahaya. Cara mengatasinya dengan bakterisida Agrept 20 WP=1mil/liter, Akothion=1ml/liter air.

  • Layu fusarium

Penyebabnya adalah cendawan Fusarium oxysporium terjadi karena media tanam ber-pH rendah (asam). Gejala serangan ditandai dengan memucat tulang daun kemudian berubah menjadi kehitaman dan membusuk sehingga dapat menghambat pertumbuhan tunas. Cara mengatasinya dengan menyemprotkan fungisida Delsane MX200=1ml/liter, Daconil=1ml/liter.

  • Mealy bug

Kutu putih/whitefly sering ditemukan di batang/daun aglaonema terutama pada bagian bawah daun dan mengisap cairan daun yang menyebabkan daun kisut dan juga menghambat pertumbuhan. Cara mengatasi dengan insektisida kontak/sistemik adalah : Decis 25 EC=1ml/liter, Confidor 200 SL=1 ml/liter.

  • Ulat

Serangan ulat akan menyerang batang dan daun. Ciri kehadiran ulat pada daun dimana daun akan rusak dari tepi pinggir sedangkan pada batang akan terlihat tanaman kurang segar/prima. Cara mengatasi dengan Decis 25EC=1ml/liter, Buldok 25 EC=1ml/liter.

B. PERBANYAKAN AGLAONEMA

Dalam perbanyakan disini hanya vegetatif yang kami jelaskan karena dapat menghasilkan tanaman dalam jumlah banyak dengan sifat mirip induknya.

CANGKOK SUSUN

Istilah cangkok disini adalah teknik memperbanyak aglaonema dalam waktu singkat dengan menggunakan pot plastik bibit anggrek / gelas eks air minum dalam kemasan seperti Aqua/2 Tang dll.

Tahapan cangkok sebagai berikut :

  1. Tanaman yang akan dicangkok harus sehat, bebas hama dan penyakit. Batang aglaonema sudah tinggi dari permukaan media. (Tinggi batang aglaonema tersebut yang menentukan banyaknya jumlah cangkokan).
  2. Siapkan pot plastik bibit anggrek / gelas eks air minum dalam kemasan. Untuk pot plastik bibit anggrek potong vertikal dengan memakai cutter sedangkan gelas eks air minum dalam kemasan harus dibuat lubang bagian bawahnya dan kemudian potong vertikal dengan memakai cutter, untuk bagian atasnya dipotong dengan gunting.
  3. Batang aglaonema yang akan dicangkok, apabila masih ada daunnya maka daun tersebut dibuang kemudian kuret batang tersebut sekitar 1 cm dan diolesi dengan hormon perangsang akar. Pot plastik yang dipotong vertikal disatukan dengan memakai stapler.
  4. Isi pot plastik tersebut dengan media sekam bakar yang telah disiram. Perawatan tanaman yang telah dicangkok sama saja sebelum dicangkok. Penyiraman dilakukan 2-3 hari sekali dan 2 kali seminggu disiram dengan vitamin B1.
  5. 2 bulan kemudian akar akan tumbuh dan terlihat dari balik pot plastik. Saat itulah cangkokan dapat dipisahkan dari induk. (Apabila dalam 1 batang aglaonema terdapat 2/3 cangkokan, pastikan cangkokan teratas harus sudah ditumbuhi akar sehingga dapat langsung dipisahkan masing-masing, jika belum maka mulai dari bagian bawah secara bertahap).
  6. Pisahkan setiap cangkokan yang telah tumbuh akar dengan pisau tajam dan steril memotong batang persis dibagian bawah pot plastik tersebut. Kemudian sebelum ditanam, batang yang dipotong pada bagian bawah diolesi fungisida (dithane 45). Tanaman cangkokan tersebut dengan media tanam terdiri dari sekam bakar, pasir malang, kapur dolomite secukupnya dengan perbandingan 3 : 1. Siram tanaman cangkokan dengan vitamin B1.
  7. Selanjutnya cangkokan tersebut perawatannya seperti tanaman yang lainnya.
  8. Bonggol induk pada bagian atas diolesi salep hormon tumbuh sitokinin dan auksin yang sudah umum dipakai pada anggrek “KEIKI”. (Sitokinin berfungsi merangsang pembelahan sel didaerah tunas samping (lateral) sedangkan auksin berperan dalam pembelahan sel ujung tunas (apical bulb). Pada umumnya 1-2 bulan muncul 3-4 anakan. Anakan baru dipisahkan biasanya setelah berdaun 4-5 lembar daun.

POTONG INDUK

Pengertian potong induk adalah memangkas aglaonema dengan tujuan mendapatkan tanaman aglaonema besar berupa setek dan merangsang bonggol untuk memproduksi anakan lebih banyak.

Tahapan potong induk sebagai berikut :

  1. Tanaman yang akan dipotong harus sehat dan potong dengan pisau tajam dan steril. Potong bagian bawah batang aglaonema, minimal terdapat 2-3 akar.
  2. Batang atas aglaonema yang dipotong pada bagian bawah diolesi fungisida (dithane 45), kemudian tanam potongan tersebut dengan media tanam terdiri dari sekam bakar, pasir malang, kapur dolomite secukupnya dengan perbandingan 3 : 1. Lalu siram tanaman dengan vitamin B1. Letakkan di tempat teduh.
  3. Bonggol induk pada bagian atas diolesi salep hormon tumbuh sitokinin dan auksin yang sudah umum dipakai pada anggrek “KEIKI”. (Sitokinin berfungsi merangsang pembelahan sel didaerah tunas samping (lateral) sedangkan auksin berperan dalam pembelahan sel ujung tunas (apical bulb). Pada umumnya 1-2 bulan muncul 3-4 anakan. Anakan baru dipisahkan biasanya setelah berdaun 4-5 lembar daun.

4 Responses

  1. emirgarden

    13 July 2009 at 12:27 pm

    1

    Mengenai “Potong Induk” ini saya pernah beberapa kali mencobanya. Setelah dipotong, langsung bekas potongan ditutup/dioles dengan fungisida dan dijaga supaya tidak kena air. Namun demikian, beberapa kali menjadi busuk dan “gagal”. Barangkali ada tips tambahan tentang hal ini. Terima kasih

  2. Handry Chuhairy

    16 July 2009 at 11:06 am

    2

    Untuk masalah potong induk pada aglaonema bisa langsung memakai fungisida dan langsung siram. Biasanya kegagalan menjadi busuk karena media tanam dan steril dari pisau. Coba ganti media tanam seperti yang ada pada artikel dan lakukan potong induk setelah 1 bulan….selamat mencoba, sukses menanti keberhasilan anda

  3. herryk

    4 August 2009 at 9:28 am

    3

    Untuk potong / cacah batang, pengalaman sy (sekedar share) lebih cepat bertunas, lebih banyak tunas dan ukuran tunas lebih besar jika stek tsb minimal 2 buku/ruas+menyertakan 1-2 lembar daun dan yg penting sudah ada akar.

  4. Handry Chuhairy

    18 August 2009 at 1:27 pm

    4

    Terima kasih masukkannya. Untuk potong/cacach batang yang anda maksud seperti apa ? kalau cacah batang yang saya mengerti adalah potong batang aglaonema karena sudah tinggi (batang tengah) dengan membawa daun 1 akan terdapat 2 ruas, jika 2 daun akan terdapat 3 ruas dan dimana tidak akan membawa akar…sebab ada 3 bagian 1 kepala, 1 batang tengah, 1 bonggol. Saya tidak anjurkan untuk para pemula untuk cacah batang karena akan beresiko tinggi, makanya saya hanya memberikan info 1. Cangkok Susun dan 2. Potong Induk.


Leave a reply

Recent Comments

  • elva : Selamat malam…saya tertarik dengan artikel mengenai tanaman penyerap polutan,...
  • bayu hanif : tolong bantu, gmna cara supaya aglonemae berbiji? tolong jelaskan, dnan gambar kalo...
  • Robert : Om Hans, Makin mantappp nehhh koleksinya… Sampe ngecesss… Salam
  • herryk : Untuk potong / cacah batang, pengalaman sy (sekedar share) lebih cepat bertunas, lebih...
  • Eddyson : Bagaimana caranya penyilangan Sansiveria antara jenis yang satu dengan jenis yang lain...