Han Garden

Gerai Tanaman Hias Adenium, Aglaonema dan Pachypodium oleh Handry Chuhairy

Han Garden Insight

Budidaya Aglaonema Rotundum

Dalam usaha untuk melestarikan A. rotundum karena di alam tidak dapat dilakukan melalui pengetatan status cagar alam Leuser yang merupakan habitat asli, maka agar dilakukan upaya pelestarian A. rotundum adalah :

BUDIDAYA

  • Media tanam
    Di habitat aslinya tanaman ini tumbuh pada lapisan humus yang ideal untuk pertumbuhannya. Dalam pembudidayaan tanaman ini dapat ditanam pada media berbahan humus, arang sekam, sekam lapuk, pasir kasar dan tanah kebun yang digunakan sendiri-sendiri atau berupa campuran.
  • Penyiraman
    Penyiraman dapat dilakukan 3 - 4 hari sekali, diselingi dengan penyiraman pupuk cair yang diberikan 2 - 3 minggu sekali.
  • Pencahayaan
    Tanaman ini mampu ditanam di bawah rak tanaman yang masih mendapatkan cahaya samping. Pertumbuhan yang ideal diperkirakan dapat diperoleh dengan pencahayaan sekitar 30 - 40 %.
  • Perbanyakan
    Tanaman ini mudah diperbanyak dengan setek batang atau biji seperti halnya jenis  Aglaonema lainnya.
  • Pemberantasan hama dan penyakit
    Tanaman ini biasa diserang oleh hama yang menyerang jenis- jenis  Aglaonema yang lain. Ulat-ulat Sphingidae dewasa mampu melalap habis 1 - 2 lembar daun dalam semalam. Ulat-ulat Noctuidae mampu mengosongkan batang-batangnya dalam beberapa hari serangannya. Pemberantasan hama-hama ini dan hama lainnya mudah dilakukan dengan penyemprotan dengan insektisida sistemik.Penyakit busuk batang dan daun merupakan masalah paling sulit diatasi dalam pembudidayaan A. rotundum, bakteri Erwinia sebagai salah satu penyebabnya sangat sulit dieliminasi jika tanaman telah terserang. Upaya memperkecil serangan penyakit dapat dilakukan dengan melakukan penyiraman pada saat media telah cukup kering dan menghindari penyiraman berlebihan. Penyakit-penyakit yang muncul di tempat pembudidayaan merupakan penyebab utama kemusnahan koleksi-koleksi hidup A. rotundum di berbagai nurseri.

KONTES A. ROTUNDUM

Kegiatan pengikut sertaan  A. rotundum hasil seleksi dalam lomba-lomba Aglaonema untuk diadakan kelas khusus untuk A. rotundum seperti yang telah dirintis dan dilaksanakan oleh sdr. Frans Kusdianto (Alm) di Semarang.

PERSILANGAN A. ROTUNDUM

Usaha untuk melakukan persilangan antar klon perlu secara serius dilakukan karena melalui cara inilah klon-klon A. rotundum yang lebih cantik dan tahan penyakit dapat dihasilkan sehingga nilai komersial klon-klon A. rotundum hasil budidaya dapat kita tingkatkan.

19 Responses

  1. joko pamungkas

    23 October 2008 at 9:44 am

    1

    saya mencari pupuk yang efekif untuk pertumbuhan aglonema dan anthurium
    mohon informasi tks

    best regards
    joko P

  2. Handry Chuhairy

    19 November 2008 at 2:19 pm

    2

    pupuk untuk pertumbuhan aglaonema dan anthurium bisa memakai pupuk yang terdapat unsur NPK seimbang dan ada unsur mikronya, pemakaian lebih baik 50% dari anjuran pada kemasan tetapi penggunaan rutin seminggu sekali untuk musim panas, jika memasuki musim hujan pemupukan hanya dilakukan 3 minggu sekali saja, lebi difokuskan kepada insektisida dan fungisida

  3. syauqi

    17 March 2009 at 6:29 am

    3

    pak handry masih punya stok aglaonema rotundum? harganya brp per tanamannya?

    trima kasih

  4. Handry Chuhairy

    23 March 2009 at 7:30 am

    4

    stock yang ada saat ini untuk dijadikan mother plant dan sedang dipelajari media tanam rotundum dalam proses pembudidayaan karena rotundum di alam saat ini sedang sulit didapat dan saya sudah menghubungi beberapa rekanan di medan untuk dikirim ke jakarta tetapi belum ada informasi lanjut (+/- 2 bulan).

  5. Hendi

    9 June 2009 at 11:50 am

    5

    Dear P. Han,

    Saya menikmati sekali Galery Aglo Pak Han, kalo boleh minta tip nya bagimana aglo P. Han bisa merahnya menyilaukan mata hehehe
    Terutama hybrid lokal daun bawahnya koq bisa merah pekat begitu yach P. Han, kalo nggak salah itukan darahnya rotundum, tapi saya punya aglo semkain lama merahnya memudar
    mohon pencerahannya, sebelumnya terima kasih.

  6. Handry Chuhairy

    9 June 2009 at 1:32 pm

    6

    Terima kasih atas kunjungan anda…
    Untuk masalah aglaonema lokal memang turunan dari A.rotundum yang berasal dari pulau Sumatera, dimana pada daun bagian belakang ada beberapa yang berwarna merah (Tiara, Widuri, Hotlady dll) dan ada juga beberapa yang kurang warna merahnya (Reina, Shinta, Srikandi dll).
    Untuk aglaonema tampil prima, harus memenuhi beberapa kriteria antara lain : MEDIA, LOKASI PENEMPATAN (Dataran Tinggi/Rendah, Green house/Open air, Shading net), PERAWATAN (Penyiraman, Pemupukan, Hama & Penyakit). …Tunggu artikel dari saya tentang Aglaonema.
    Untuk lebih jelasnya, mohon diuraikan media tanam, dll tentang aglaonema anda semakin dirawat semakin memudar warnanya, supaya saya dapat bantu diskusikan.

  7. Hendi

    10 June 2009 at 1:30 pm

    7

    Terima kasih, P, Han atas responnya, ditunggu artikel bapak tentang Aglaonema.

    Saat ini saya ada beberapa Aglo, semula sih demennya utak atik adeknyium tapi krn tunggunya lama untuk hilangkan waktu saya bantu kumendan rumah yg suka aglo eeeeh malah saya yg sekarang penasaran dgn aglo he he he ehe

    Untuk Media saya beli jadi, terus saya tambahkan dgn dicampur andam, pakis, cocopeat dan kadang ditambah pasir malang dengan takaran secara feeling saja he he he tapi yg dominan adalah pakis
    Penempatan hanya diteras rumah kalo siang dipasangin shadingnet 2 lapis kebetulan hadap rumah ke barat lokasi di Tangerang kota
    Pemupukan kadang semingu atau 2 minggu sekali saya beri Growmore hijau 20-20-20 atgau B1 disiram ke media dan untuk daun saya sepray dgn atonik+sedkiti GM hujau
    Penyiraman 3 hari dan malam saya kabutkabutkan dengan sprayer
    Hama hanya semut yg suka indekos di dasar pot, ooh ya dasar pot saya pakai streoyform

    Wah kepanjangan yahc Pak Han, terima kasih sekali lagi atas pencerahannya.

  8. Adi

    11 June 2009 at 7:51 pm

    8

    P Han,
    saya penasaran dengan aglohijau di galery bapak halaman pertama (kalau gak salah foto dscn 0705). meski hijau tapi kompak sekali. aglao apa pak? Regards

    adi

  9. Handry Chuhairy

    11 June 2009 at 10:23 pm

    9

    Hehee…tak kenal maka tak sayang, makin kenal makin penasaran…secret of aglaonema
    Untuk media lebih baik tidak beli jadi supaya jelas kompoisi media yang dipergunakan, untuk masalah pakis lebih baik dihilangkan. Masalah penempatan jika anda sudah memiliki beberapa koleksi lebih baik tidak di teras tapi terbuka dengan memakai shading net/paranet 70% agar penampilan aglo yang anda rawat bisa tampil prima. Penggunaan stryrofom lebih baik tidak dipakai pada bagian bawah pot karena akan menimbulkan koloni semut pada bagian bawah pot tersebut. Pemakaian pupuk sudah boleh pakai growmore balance tersebut tapi frekuensi 2 minggu sekali saja, B1 & Atonik lebih baik disiram pada media, pengkabutan lebih baik siang hari karena udara yang panas dan anda menyiram 3 hari sekali.

  10. Handry Chuhairy

    11 June 2009 at 10:27 pm

    10

    Bpk Adi
    Foto aglo dscn0705.jpg adalah queen of siam mutasi hijau dari thailandi

  11. Robert

    18 September 2009 at 8:28 am

    11

    Om Hans,

    Makin mantappp nehhh koleksinya…
    Sampe ngecesss…

    Salam

  12. Handry Chuhairy

    20 October 2009 at 10:48 pm

    12

    Thanks…tapi belum ada Tamara and Reanita loh

  13. Tri Ayu W

    13 April 2010 at 8:06 pm

    13

    Selamat malam Pak Han,

    Salam kenal ya dari kami di Jayapura Papua… Kami (saya n suami) lagi getol2nya tanam aglaonema n sekarang kami sudah mengkoleksi sekitar 40-an jenis agllaonema yang lebih banyak dari Thailand. yang lokal cuma tiara, widuri, hot lady, dan pride of sumatera. Tapi koleksi aglaonema Bapak buat kami ngeces banget… Tiara kami 1 sudah hampir mati yang tadinya ada sekitar 6 daun sekarang tinggal 3 daun padahal sama suami sy sudah berkali-kali ganti media. Awalnya daun menguning kemudian dibongkar ternyata ada akar yng sedikit busuk sudah kami buang eh selang 3 hari kmd daun kunig lagi. Penyebab apa ya Pak Hans?

    Tks sebeumnya… Bapak bisakah kami membeli salah satu koleksi Bapak? Kalau boleh bagaimana caranya n gimana cara pengirimannya?

    Tks,

    Rgds,
    Ayu’

  14. Handry Chuhairy

    14 April 2010 at 1:09 pm

    14

    Terima kasih…Wah kalau sudah ada 3 besar aglaonema of indonesia sih sudah hobbies berat aglo. Untuk masalah aglaonema paling utama adalah media tanam merupakan 60% yang mengkontribusi kesehatan aglo. Sebelum saya menjawab pertanyaan Ibu Ayu, saya harus mengetahui media yang dipakai, kemudian apakah ibu meletakkan aglo tersebut di indoor atau outdoor ?
    Kalau perkiraan secara umum, media tersebut terlalu asam dan tidak porous sehingga daun menguning dan serabut akar tidak berkembang dengan baik.
    Untuk masalah pembelian biasanya saya kirim via tiki tanpa media tanam tetapi kalau untuk ke papua cukup lama perjalanan sehingga akan beresiko, lebih baik kalau Ibu ke Jakarta bisa langsung bawa sendiri.

  15. Tri Ayu W.

    14 April 2010 at 9:45 pm

    15

    Selamat malam Pak Han..

    Tks bgt Pak atas responnya.. Iya Pak awalnya kami membeli media jadi aglo di nursery di iota kami. Tp ternyata media tsb tdk steril Pak.
    Jd msh byk kutU n cacing. Lalu kami berpikiran untuk mengukus medianya.. Jd media kami paka pasir Mali (krn di jayapura tdk ada yg jual pasir mlg) , humus bambu, pakis seam bakar perbandingan 1:2:2:1 . Apa sdh betul ya Pak?
    Pupuknya Grow quick Pak kami berikan selang 2 atau 3hr sekali.. Tetap aja gitu Pak daunnya kuning.. Hiks… Mohon masukannya ya Pak..
    Daerah kami sgt panas Pak.. Aglo kami letak di dpn teras rmh yg kami tertutup atapnya dan samp Kirk kanan serta dpn kami beri sadhing nett 70% double krn siang dan sore panasbgt Pak..terik bgt gitu Pak..

    Wah sayang ya Pak tdk bs dikirim ke Jayapura.. Tp tdk apa2 Pak sy n suami pasti akan berkunjung dlm wkt dkt ini ke nursery Bpk ya.. Hbs koleksi aglo Bpk mantap2 n buat kami ngiler terus..
    Tdr pun msh kepikiran lho Pak.. He he he jd emg bnr kami hobby berat sm aglo Pak.. Anak kamipun yg msh umur 3th jg komentar bgs sekali bunganya ma.. N minta dibelikan.. He he he…

    Tks ya Pak ats wktunya n kami tgg saran dr Bpk atas permslhn aglaonema tiara n widuri kami Pak..

    Tks,

    Rgds

    Ayu,

  16. Handry Chuhairy

    15 April 2010 at 1:16 pm

    16

    Ops…jadi aglo anda ditaruh diteras…tidak terkena air hujan langsung !
    Untuk media yang dipergunakan : Pasir Kali, Humus bambu, Pakis, Sekam Bakar dengan perbandingan 1:2:2:1. Apakah pasir kali dicuci dulu sebelum dipergunakan ? Yah meskipun tidak ada pasir malang digunakan pasir kali tetapi harus dicuci dulu untuk menghilangkan lumpur. Untuk dikukus sebelum dipergunakan sudah cukup baik karena telah terjadi sterilisasi. Kalau saya perkirakan media yang anda gunakan agak asam dan sedikit porous sehingga perakaran tidak terbentuk dengan baik, apalagi anda menggunakan pupuk 2/3 hari sekali sehingga mempercepat media menjadi asam.
    Saran saya lebih baik anda memakai media : Pasir kali, Sekam bakar, Pakis (dikukus sebelum dipergunakan) dengan perbandingan 1:2:0,5 ditambah Nematisida (Furadan 3G) dan Kapur dolomit secukupnya. Pada saat menanam berikan pupuk dekastar/osmocote (pupuk slow release). Jika musim panas pemupukkan dapat diberikan 2 minggu sekali dengan dosis 0,5 dari petunjuk pemakaian, 2 minggu berikutnya berikan vitaman (atonik/Vit B1 liquinox/fish emulsion). Jika musim hujan pemupukkan dikurangi menjadi 1 bulan sekali tetapi untuk hama dan penyakit 2 minggu sekali.
    Apabila anda akan mengganti dengan media yang saya anjurkan, mohon diperhatikan ; cuci bersih tanaman aglo anda dan rendam akar dengan fungisida (dithane 45/ fungisida lain) selama 10 menit sebelum ditanam.
    Semoga aglo anda tumbuh menjadi lebih sehat dan subur

  17. Tri Ayu W

    23 April 2010 at 1:02 am

    17

    Dear Pak Han…

    Sebelumnya thanks banget yaa Pak atas saran Bapak tentang permasalahan aglaonema tiara n widuri saya.. Jadi beberapa hari ini sibuk deh pada gantikan media sesuai dengan resep n petunjuk dari Bapak… Alhamdulillah Pak dah kelihatan hasilnya agak segeran tiara n widurinya.. Tapi sebelumnya lagi sedih Pak karena dah korban widuri 1 karena telat ganti media akhirnya busuk tengah batang saya hanya bisa selamatkan 3 ruas matanya aja akar sudah tidak ada.. Jadi saya buanglah yg akar dan batang yg busuk itu cuci bersih kmdn saya rendam di larutan fungisida Dane n penumbuh akar selama 15-20 menit dan setelah itu saya oles lagi dgn Roton-F Pak (bener nggak ya Pak?) saya angin-anginkan sampai kering baru ditanam dengan media dari Bapak saya siram sedikit medianya dengan bakterisida dan fungisida kmdn saya sungkup pakai plastik Pak… Apa sudah betul cara saya diatas tadi ya Pak? Mohon masukannya Pak…Maklum kami masih sangat-sangat pemula dalam pemeliharaan tanaman hias terutama aglaonema Pak (info kami hanya buku Pak), eh kebetulan ada website Bapak ini ya jadi sangat terbantulah kami Pak… Thanks ya Pak…

    Bapak hari ini suami saya ke tempat nursery Bapak tapi katanya Bapak sedang ada tamu jadi tadi hanya sempat ke tempat Pak Solihin… He he he wah saya jadi nyesel tidak ikutan ke sana katanya bagus-bagus banget tanamannya… Pengen ikut sih Pak tapi sayang dengan aglaonemanya ntar nda ada yg ngerawatnya :>

    Tadi suami saya sempat ingin membeli sanseviera n sukulen variegata koleksi Pak Han… Tapi tidak dijual ya Pak… Infonya Bapak lagi getol-getolnya nih sama sanseviera n sekulen…He he he… Wah sama Pak (karena yg pegang aglo suami jadi saya cari tanaman lain katanya)tapi di Jayapura tidak ada yg jual Pak :

    Ok thanks bgt ya Pak… Eh iya Pak jangan lupa saran atau petuah apa sudah benar cara saya menyelamatkan widurinya yg tinggal bonggol dengan 3 mata ruas tanpa akar tsb..

    Tks sebelumnya ya Pak…

    Rgds,
    Ayu’

  18. Handry Chuhairy

    23 April 2010 at 10:41 am

    18

    Syukur deh sudah terlihat segar aglonya. Masalah Widuri yang tidak ada akar, secara general penanganan sudah benar tetapi perlu diingatkan bahwa pohon tersebut jangan diletakkan langsung terkena matahari, diteras yang hanya terkena bayang-bayang cahaya saja.

    Ya…hari ini saya dapat info dari Bp Solimin bahwa suami ibu datang ke jakarta dan beli beberapa aglo dari Bp Solimin, tadi malam mau diajak ke kebun saya dan sudah confirm tapi dibatalkan, katanya lain kali saja.

    Mohon maaf saya tidak dapat menemui, karena saya kerja dan kalau hari Senin & Kamis jadwal saya padat dengan meeting, apabil mau ke jakarta mohon konfirmasi sebelumnya….untuk visit farm sesuai perjanjian.
    Nursery saya memang di Alam Sutera, karena baru beberapa bulan pindahan dari lokasi lama ke baru sehingga beberapa barang saja yang tertinggal, yang lainnya masih dikebun baru.
    Wah untuk masalah sukulen & sansevieria sudah lama saya, tetapi untuk sukulen saya pelajari lebih dalam lagi 1 tahun lalu sedangkan sansevieria sudah 3 tahun lalu hanya sedang mempelajari jenis-jenis baru yang masuk dari Afrika dan Thailand.

    Maaf saya belum update galerry

    Thx

  19. Tri Ayu W

    23 April 2010 at 10:07 pm

    19

    Dear Pak Han…

    Iya kami tunggu ya koleksi sanseviera Bapak… Maaf Pak suami saya batalkan ke nursery Bapak malam itu karena ada masalah urgent katanya dengan customernya n malam ini suami dalam perjalanan pulang kembali ke Jayapura…

    Iya Pak lain kali kami sebelumnya akan info ke Bapak jika akan visit ke nursery Bapak… :> dan pasti kami datangi lho… he he he…

    Sukses selalu ya Pak n koleksinya info dari suami makin mantap n bagus. Lebih bagus dari gambar di website karena liat langsung …. Hiks dia panasin saya tuh Pak.. Ok salam buat keluarga ya..

    Tks..

    Rgds,
    Ayu’


Leave a reply

Recent Comments

  • hulaimy : Eh pak Han kan juga punya tuh boleh dibagi-bagi pak Han? :)
  • hulaimy : terima kasih infonya pak Han, ternyata proses adaptasi yg agak berat ya… Mungkin...
  • hulaimy : Pak Han, artikelnya sangat menarik Kebetulan saya sangat senang dengan rotundum tapi...
  • Tri Ayu W : Dear Pak Han… Iya kami tunggu ya koleksi sanseviera Bapak… Maaf Pak suami...
  • Tri Ayu W : Dear Pak Han… Sebelumnya thanks banget yaa Pak atas saran Bapak tentang...